Prediksi Kualitatif Jika Pemberitaan Media Daerah Setaraf Nasional

Kenapa banyak orang lebih suka baca berita dari media nasional ketimbang media daerah? Sebaiknya inilah yang menjadi pokok persoalan bersama. Kita patut mencontoh kiprah Tribun Lampung dan media di daerahnya yang sudah berhasil menjawab pertanyaan tadi. Tinggal media daerah lainnya yang perlu meniru keberhasilannya.

Media Daerah
Media daerah

Ketika mayoritas penyimak berita lebih cenderung berlangganan media bertaraf nasional, maka ada satu permasalahan yang perlu dikupas pelan-pelan. Masalah ini terkait dengan kepercayaan orang-orang terhadap “mutu” berita di media. Padahal, klaim bahwa media bertaraf nasional belum tentu memiliki mutu tinggi setiap hari.

Bisa jadi pula sebaliknya. Media daerah pun tidak selalu terbelakang dan juga lebih kecil pengaruhnya dari media nasional ketika dibaca. Tidak selalu seperti itu. Semuanya tergantung dari bahan berita, jurnalis, dan segenap jajaran kru media terkait. Tumbuhnya media terpercaya dan menjadi pegangan bersama selalu jadi cita-cita hidup berbangsa.

Sekarang kita mengira-ngira saja. Bagaimana kalau seluruh media daerah memiliki reputasi pemberitaan setaraf media kelas nasional? Jika hal itu memang benar terjadi, maka akan ada perubahan besar dalam tubuh kebangsaan Indonesia. Ketika itu terjadi, maka perhatian masyarakat akan setara terhadap media mana pun di Indonesia.

Hal itu sudah dirasakan betul oleh Tribun Lampung yang semakin berkembang setiap hari. Jika media daerah berkembang jadi sekelas nasional, maka peluang yang tercipta juga lebih banyak. Koran-koran akan laku dan tidak akan ada yang namanya gulung tikar. Begitu pula pada pendanaan media di internet.

Para investor asing pasti tidak akan segan-segan menggelontorkan dana demi kemajuan media pemberitaan terkait. Proses finalnya, akan terbentuk sistem jurnalisme tangguh pada setiap media daerah. Setiap daerah jadi memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasi yang bisa langsung menuju ke pusat.

Coba Anda tengok kiprah awal Kompas, Jawa Pos, dan Tempo. Semula, mereka bertiga mengarungi media pemberitaan dengan penuh kesulitan. Mulai dar kecil. Tetapi, mereka punya mindset besar untuk terus maju dan akhirnya diakui secara nasional dan internasional. Sebetulnya hal ini juga bisa diterapkan oleh media daerah di Indonesia.

Setiap masyarakat memerlukan media yang tangguh untuk menyampaikan informasi apa pun yang terjadi di daerah masing-masing. Kita tidak bicara untung dulu. Akan tetapi fokus pada proses pemerataan informasi saja. Seperti yang dilakukan oleh kru Tribun Lampung dan media ternama di Lampung lainnya.