Cara Tak Kena Pajak Progresif Kendaraan Meski Sama Alamat

Sekarang ini memiliki kendaraan lebih dari satu yang beralamat sama sudah menjadi hal yang umum dijumpai di masyarakat. Orang yang memiliki kendaraan kedua harus membayar pajak yang kedua dengan biaya yang lebih tinggi. Baik untuk sepeda motor maupun mobil. aturan ini ternyata sudah ada sejak lama, ada yang sudah dimulai sejak tahun 2010, 2012, dan untuk kepulauan Jawa dan kepulauan Riau memberlakukan sistem ini di tahun 2018.
Hasil gambar untuk Pajak
Pajak Progresif
Dengan adanya aturan tersebut maka memiliki beberapa manfaat baik untuk masyarakat maupun untuk pemerintah. Manfaat pertama adalah bahwa penerimaan pajak daerah akan semakin meningkat, dan manfaat lainnya adalah bahwa lingkungan kita tidak lagi terkena macet. Dengan adanya pajak yang mahal ini maka diharapkan bahwa masyarakat akan memilih menggunakan kendaraan umum. Dengan kendaraan umum maka tidak perlu membayar pajak progresif.

Syarat dari pembayaran pajak progresif adalah jika seseorang memiliki lebih dari satu kendaraan yang bernama dan beralamat sama dengan Anda. dengan pajak ini maka Anda akan dikenai harga yang lebih tinggi dibanding motor yang pertama. Banyak orang yang memiliki kendaraan lebih dari satu untuk mempermudah bepergian mereka.

Di zaman sekarang ini pergi berkeluarga besar menggunakan mobil besar adalah hal yang wajar, jika rombongan satu keluarga besar menggunakan kendaraan umum maka akan lebih repot bahkan dapat mengeluarkan dana yang lebih besar. Banyak yang ingin tahu cara menghindari pajak progresif, alangkah baiknya Anda tidak menggunakan cara ini, karena kita tidak akan tahu kedepannya seperti apa.

Daripada mengakali pembayaran pajak progresif, alangkah baiknya Anda mengetahui cara menghitungnya. Contoh mudahnya berasal dari kendaraan yang ada di Jakarta, contoh kendaraan pertama tariff pajak yang dibayar jumlahnya 2% dari harga jual kendaraan ini. Sedangkan untuk pajak kendaraan yang kedua mengambil keuntungan 2, 5 % dari harga kendaraan. Jika memiliki kendaraan ketiga, maka pajak progresif yang harus dibayar adalah 3% dari harga mobil tersebut. Agar Anda terhindar dari pajak progresif atau minimal pembayaran kendaraan maka wajib mengetahui beberapa ulasan berikut ini :

Buat KK yang berbeda dari orang tua

Di daerah perkotaan yang memiliki harga rumah tinggi, banyak anak yang lebih memilih untuk hidup satu atap dengan orang tua. Banyak dari anak dan orang tua ini yang memiliki kendaraan sendiri-sendiri. Namun karena hal tersebut maka Anda harus membayar pajak progresif, untuk menghindari pajak ini maka salah satu caranya dengan membuat kartu keluarga yang baru.

Buat sertifikat rumah menjadi beberapa bagian

Banyak orang atau anak yang sudah memiliki keluarga sendiri, namun karena memiliki rumah besar maka anak- anak tersebut belum ingin pindah tempat tinggal, malah ada yang ingin menetap selamanya. Dari dampak tersebut maka jika Anda memiliki kendaraan maka Anda akan dikenai pajak progresif, untuk mobil atau kendaraan kedua dan ketiga dibayar dengan harga yang lebih mahal, jika hal ini terus menerus terjadi maka hanya akan membuat rugi, salah satu cara terbaik adalah dengan membuat sertifikasi rumah persekat.

Gunakan transportasi umum

Cara termudah lainnya adalah jangan membeli transportasi kedua atau ketiga, namun cukup menggunakan kendaraan umum.

Dengan adanya 3 tips diatas maka Anda tidak perlu takut terkena pajak progresif, dan untuk info terlengkap Anda bisa berkunjung ke modalkita.com, ditempat ini Anda akan menemukan banyak sekali info terkini dan terbaik.