Antara KREDIT LAPTOP Syariah, Konvensional, dan Online: Apa Perbedaannya?

Kredit Laptop Syariah

Mau kredit laptop tapi masih bingung dengan sistem kredit syariah, konvensional, dan online?

Dua tipe kredit, syariah dan konvensional, memang merupakan produk perbankan yang peminatnya lumayan besar. Berawal dari kredit konvensional yang memberikan pinjaman dengan menerapkan suku bunga tertentu, belakangan, banyak bank berbasis syariah yang juga tertarik untuk meluncurkan produk kredit atau pinjaman namun yang berlandaskan syariat Islam.

Pada dasarnya, baik kredit multiguna (KGM) dan kredit tanpa agunan (KTA), keduanya memiliki konsep konvensional dan juga syariah. Seiring dengan berkembangnya inovasi kredit,  kredit ini nggak hanya sebatas pinjaman dana tunai saja, tapi juga dalam bentuk kredit online tanpa kartu kredit dan DP yang disimpan untuk pembelian barang, misalnya Kredivo.

Sama halnya dengan smartphone, laptop termasuk salah satu gadget yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari di era digital seperti sekarang ini. Nggak cuma smartphone yang bisa dibeli dengan cara kredit, laptop pun bisa, bahkan semua gadget dan alat elektronik. Harganya yang berkisar Rp 5 jutaan ke atas, membuat kredit laptop murah menjadi solusi yang banyak dicari orang.

Tempat kredit laptop pun sekarang nggak terbatas hanya di toko resmi dan konvensional saja, di toko online juga bisa. Biasanya, toko online akan bekerja sama dengan bank atau pihak ketiga penyedia fasilitas kredit untuk menyediakan layanan kredit laptop. Semua serba online!

Sistem bunga, uang muka, dan kepemilikan kartu kredit, menjadi 3 hal utama yang penting dalam pengajuan kredit laptop konvensional dan online. Bagaimana dengan syariah? Apa sih perbedaannya?

Perbandingan Suku Bunga dan DP

Sebagian orang, terutama yang beragama Islam, masih keberatan dengan sistem bunga, uang muka, dan kepemilikan kartu kredit yang ada dalam syarat kredit laptop konvensional. Dalam Islam, sistem bunga sendiri dianggap sebagai bentuk riba sehingga praktiknya harus dihindari.
Jika kamu mengajukan kredit laptop secara online atau konvensional dan memilih pembayaran dengan cicilan tenor kartu kredit, bank akan memberikan kamu suku bunga sekian persen yang wajib kamu setujui dan bayarkan per bulannya yang diakumulasi dengan harga laptop. Selain kepemilikan kartu kredit, biaya admin dan biaya tahunan juga biasanya akan dibebankan kepada kamu.

Sementara, kalau kredit syariah dengan perbankan syariah, pada dasarnya ada 3 cara:

  1. Murabahah atau yang disebut juga dengan akad jual beli.
  2. Ijarah wa iqtina atau yang disebut juga dengan sistem penyewaan dengan perubahan status kepemilikan di akhir.
  3. Musyarakah mutaniqishah atau yang disebut juga perjanjian capital sharing.
Poin 1 adalah cara kredit syariah yang cocok untuk pembelian laptop. Kenapa demikian?

Pasalnya, prinsip poin 1 atau akad jual beli, pihak bank akan membeli laptop yang kamu butuhkan terlebih dulu, lalu akan dijual lagi kepada kamu sebagai nasabah dengan margin yang berbeda. Misalnya, harga laptopnya 5 juta, maka pihak bank akan menjual dengan harga 5,5 juta kepada kamu. Nah, cara bayarnya, kamu tinggal membayar angsurannya per bulan sesuai dengan jumlah yang telah disepakati bersama.

Sistem kredit syariah memang nggak membebankan suku bunga tertentu secara langsung, namun, ada kesepakatan harga dan angsuran yang harus disetujui. Hanya saja, jumlah kesepakatannya ini biasanya nggak besar dan jauh lebih rendah dibanding suku bunga konvensional. Bagaimana pun, semua bank berpegang pada prinsip ekonomi yang mengandalkan keuntungan. Ini yang harus dipahami.

Apakah ada kredit laptop selain syariah yang memberikan bunga sangat rendah atau bahkan 0%? Jawabannya, tentu ada. Bahkan, nggak perlu kartu kredit.

Contohnya, https://www.kredivo.com. Dengan memberikan fasilitas kredit instan berbasis online, ada dua opsi kredit yang diberikan oleh Kredivo, yaitu opsi bunga 0% jika membayar cicilan dalam waktu 30 hari sejak pembelian dan bunga 2,95% jika memilih tenor cicilan 3, 6, atau 12 bulan.  

Untuk kedua opsi tersebut, nggak ada DP, biaya admin, atau pun biaya tahunan yang dibebankan kepada kamu. Semua proses pendaftaran, pengajuan, proses approval hingga kredit laptopnya dilakukan secara online. Kredit laptop online ini bisa dilakukan melalui aplikasi Kredivo langsung yang akan terhubung dengan berbagai pilihan e-commerce atau toko onlline kredibel dan terpercaya yang sudah menjadi partner Kredivo.

Risiko Kredit

Dari segi risiko kredit, untuk kredit laptop, baik dengan sistem syariah, konvensional, atau pun online dengan atau tanpa kartu kredit, sebenarnya sama-sama mewajibkan kita sebagai nasabah dan pengguna untuk menyelesaikan cicilan kredit hingga lunas.

Tapi, dalam kredit syariah, kasus keterlambatan bayar cicilan biasanya dikenakan biaya keterlambatan yang sangat rendah atau bahkan tidak ada.  Selain itu, untuk poin 3, yaitu capital sharing atau musyarakah mutaniqishah, risiko kerugian yang dialami nasabah yang meminjam modal usaha akan ditanggung juga oleh pihak bank syariah.

Misalnya, antara pihak bank dan nasabah memiliki kerja sama 50:50 untuk penanaman modal pembelian properti. Nantinya, nasabah bisa mengangsur 50% sisanya pada pihak bank hingga lunas dan bisa memiliki properti tersebut. Kalau di tengah jalan nasabah nggak bisa lagi melanjutkan, maka risiko akan ditanggung pihak bank.

Variasi Produk dan Fleksibilitas

Nggak hanya terbatas pada  kredit laptop atau barang lainnya, kredit berbasis syariah lebih memiliki jangkauan produk yang variatif dan fleksibel dibandingkan dengan konvensional. Contohnya, pinjaman atau kredit untuk ibadah umroh dan haji. Bisa juga untuk pinjaman usaha, dengan catatan, usaha yang dijalankan nasabah harus diberikan dengan jelas detailnya dan tidak boleh melanggar syariat Islam.

Berbicara soal variasi dan fleksibilitas, tawaran produk yang variatif untuk dibeli dengan cara kredit online juga tersedia di Kredivo. Penawaran ini tentunya hasil kerja sama dengan lebih dari 100 e-commerce atau toko online terpercaya yang ada di Indonesia. Mulai dari kebutuhan primer seperti bahan pangan, pakaian, hingga tersier seperti kendaraan, sekarang, bisa didapatkan dengan mudah di toko online.

Kemudahan Proses Pendaftaran dan Pengajuan Kredit

Dari segi proses pendaftaran dan pengajuan kredit, jelas kredit laptop online lebih unggul kemudahannya dibandingkan konvensional ataupun syariah. Nggak perlu datang langsung dengan membawa fotokopi dokumen fisik seperti KTP, slip gaji, KK, dan STNK, layaknya kredit konvensional atau pun syariah.

Cukup pilih opsi kartu kredit jika kamu mau membayar dengan kartu kredit.  Dan bagi yang nggak punya kartu kredit, cukup foto semua dokumen tersebut dengan HP dan upload melalui aplikasi Kredivo untuk mengajukan  cicilan laptop tanpa kartu kredit.

Jika kamu adalah warga negara Indonesia berusia minimum 18 tahun, berpenghasilan minimum Rp 3 juta per bulannya, dan berdomisili di Jabodetabek, Kota Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Denpasar dan Medan, kamu sudah bisa mengajukan kredit laptop tanpa DP secara online.

Setelah mendaftar, kamu hanya perlu menunggu hingga 1 x 24 jam untuk proses approval oleh Kredivo. Setelah itu, jumlah limit atau plafon kredit yang disetujui dan diberikan kepada kamu akan muncul pada dashboard aplikasi. Kredivo memberikan limit hingga Rp 20 juta yang disesuaikan dengan aplikasi kamu.

Kalau mau kredit laptop, tinggal sesuaikan harganya dengan limit kredit yang kamu punya dan langsung beli di toko online. Mudah, kan?