Ciri dan Gejala Seseorang Menderita Penyakit Saraf


Manusia merupakan makhluk hidup paling sempurna yang dilengkapi dengan sistem saraf yang komplek. Ketika kita membahas mengenai sistem saraf manusia, manusia memiliki dua jenis sistem saraf, yakni sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat. Kedua jenis sistem saraf tersebut bekerja secara maksimal guna mengontrol fungsi tubuh manusia. Jika salah satu sistem saraf terganggu, manusia nantinya akan memiliki penyakitsaraf.



Berbicara mengenai penyakit yang berhubungan dengan saraf, tubuh manusia biasanya akan merasakan hal-hal tertentu ketika saraf mengalami gangguan. Merasakan kebas merupakan salah satu ciri yang menunjukkan bahwa salah satu saraf di dalam tubuh mengalami gangguan. Rasa kebas akibat saraf yang terganggu disertai pula dengan rasa terbakar. Sensasi ini sering kali dijumpai pada bagian tangan dan kaki. Selain merasakan rasa kebas, berikut ciri-ciri lainnya yang menandakan bahwa saraf di dalam tubuh mengalami gangguan:
  • Sulit bergerak
Sulit melakukan pergerakan menjadi ciri lainnya yang muncul ketika seseorang mengalami gangguan saraf. Saraf yang mengalami kerusakan dapat membuat aliran darah terganggu. Akibat aliran darah yang terganggu, tubuh akan mengalami kerusakan untuk bergerak. Jika saraf motorik merupakan jenis saraf yang mengalami gangguan, penderita dapat mengalami kelumpuhan. Jika gejala kelumpuhan tidak juga mengalami tindakan khusus, stroke merupakan penyakit lain yang akan diderita.

  • Rasa sakit pada bagian kaki


Rasa yang amat menyakitkan dan timbul secara terus menerus pada bagian punggung hingga kaki merupakan pertanda jika kita mengalami linu pinggul. Linu pinggul dapat terjadi ketika saraf siatik rusak akibat jatuh atau penekanan yang terjadi secara tidak sengaja.
  • Sering mengalami sakit kepala


Tanda lain yang akan kita rasakan ketika saraf mengalami gangguan adalah mengalami sakit kepala. Rasa sakit pada bagian kepala dapat terjadi secara berulang dan dalam waktu yang cukup lama. Saraf leher yang terjepit menjadi asal muasal dari rasa sakit kepala yang berkepanjangan.
  • Perkembangan saraf yang tidak sempurna
  • Sel saraf yang mati atau mengalami kerusakan


Gejala saraf yang sakit dapat terlihat dari macam saraf yang mengalami kerusakan. Untuk sakit pada saraf otonom misalnya, gejala yang dapat ditimbulkan adalah terjadinya disfungsi seksual, mulut yang terasa kering, disfungsi pada kandung kemih, berkeringat dalam jumlah yang banyak dan kesulitan untuk buang air besar. Berbeda dengan sakit pada bagian saraf otonom, rasa sakit pada bagian saraf motorik ditandai dengan kelemahan otot, otot berkedut, kelumpuhan dan ukuran otot yang mengecil. Sedangkan untuk saraf motorik yang mengalami gangguan memiliki gejala berupa rasa nyeri, kebas, kesemutan, rasa perih dan mati rasa terhadap sentuhan.

Untuk mengetahui secara pasti apakah kita mengalami penyakit saraf atau tidak, ada beberapa tindakan yang dapat kita lakukan. Tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan neurologis. Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui kondisi dari sistem saraf tertentu yang berada pada tubuh. Kesehatan mental, perubahan perilaku dan kemampuan sensorik tubuh menjadi jenis pemeriksaan yang masuk ke dalam pemeriksaan neurologis. Selain itu, berikut merupakan tindakan lainnya yang dapat dilakukan guna mendiagnosa sakit saraf:

·         Uji laboratorium

Uji laboratorium dapat dilakukan dengan melakukan tes darah dan urine. Dengan melakukan tes darah, diagnosa terhadap penyakit tertentu dapat diketahui dengan lebih jelas. Dari uji laboratorium pula, kita akan mengetahui kondisi sistem saraf yang dimiliki.

·         Uji genetik

Uji genetik dilakukan guna mengetahui apakah sakit saraf yang diderita merupakan bawaan dari orang tua atau tidak.

·         Angiografi

Tes yang dilakukan guna mengetahui apakah aliran darah berjalan dengan lancar atau tidak dapat dilakukan dengan angiografi. Dengan tes ini pula, kita akan mengetahui ukuran atau tempat dimana tumor berada.

Guna menghindari dampak dari sakit saraf, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk melakukan pengobatan. Dari beberapa kasus yang berkaitan dengan sakit saraf, banyak penderita yang tidak mampu sembuh secara sempurna. Meskipun begitu, ada banyak cara yang dapat kita lakukan guna menangani sakit saraf. Tujuan melakukan pengobatan sakit saraf sendiri dilakukan guna mencegah kerusakan pada sel saraf. Di bawah ini merupakan penanganan yang dapat dilakukan guna mencegah kerusakan parah pada sel saraf:

  • Memperbaiki gizi
  • Mengkonsumsi pereda nyeri ketika rasa sakit muncul
  •  Fisioterapi
  • Melakukan pergantian obat ketika obat yang dikonsumsi akan memberikan dampak buruk bagi saraf
  •  Pembedahan pada bagian saraf yang mengalami trauma


Penanganan sakit saraf juga dapat dilakukan dengan memanfaat keberadaan vitamin B komplek. Guna mendapatkan asupan vitamin B komplek yang dibutuhkan, Neurobion merupakan produk yang dapat dikonsumsi. Vitamin B1, B6 dan kandungan vitamin B12 yang berada di dalam Neurobion mampu memberikan nutrisi kepada sel saraf yang berada di dalam tubuh. Ketika sel saraf tercukupi akan nutrisinya, sel saraf dapat bekerja secara normal. Tidak hanya dapat memberikan nutrisi bagi sel saraf, Neurobion dapat pula digunakan untuk meringankan rasa pegal pada otot, penanganan terhadap penderita anemia, kesemutan yang disertai kebas dan mati rasa serta penyakit lainnya yang muncul akibat kekurangan vitamin B komplek.