14

Profil Para Pelatih Timnas Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia, biasa disingkat Timnas Indonesia adalah tim yang mewakili Indonesia di kancah sepak bola internasional. Tim ini dikontrol oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan merupakan anggota dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Performa dan kemenangan Timnas Indonesia di mata dunia erat kaitannya dengan siapa pelatih yang mengasuh di baliknya. Peran pelatih amat vital dalam sebuah tim sepak bola. Pelatih bertanggung jawab menentukan porsi, durasi dan jenis latihan setiap pemain di sebuah tim. Ia juga yang menetapkan formasi apa yang akan dimainkan tim nya, sekaligus memilih pemain yang tepat untuk pola tersebut. 


Apalagi ketika turun ke lapangan bertambah pula lah peran penting seorang pelatih. Ia akan memilih pemain mana yang tampil lebih dulu, dilihat dari kondisi fisik dan mental pemain bersangkutan, situasi dan kondisi tim lawan, atau pola permainan yang akan dijalankan. Bahkan ketika pertandingan sudah berjalan dan tim mengalami kekalahan, pelatih bertanggung jawab untuk membangun mental dan memotivasi pemain tim nya untuk berjuang hingga akhir, sekaligus menentukan metode lain untuk bangkit. Nah, sudahkah kamu mengenal para pelatih yang berperan penting dalam membangun Timnas Indonesia? Berikut profil masing-masing dari mereka.

Simon Alexander McMenemy, Pelatih Timnas Indonesia Senior

Pria kelahiran 1977 asal Skotlandia, Inggris ini ditunjuk PSSI pada 20 Desember 2018 sebagai pelatih Indonesia menggantikan Bima Sakti. Sebelumnya, ia menjabat sebagai pelatih kepala klub Liga 1, Bhayangkara FC. Di tangannya, klub berjulukan The Guardian itu meraih kesuksesan dengan meraih gelar juara Liga 1 untuk musim 2017, dan menempati peringkat ketiga pada musim 2018. McMenemy memulai kariernya sebagai pelatih ketika menjadi manajer di klub Liga Sussex County, Haywards Heath Town.  

Tahun 2010, ia didapuk untuk mengawal The Azkals, julukan Timnas Filipina, di Piala AFF 2010 dan berhasil membawa tim nya ke babak semifinal. Pada 2011, Simon sempat mengasuh klub papan atas Vietnam, Long An FC. Namun, di tahun yang sama, ia memutuskan hijrah ke Indonesia, bergabung bersama Mitra Kukar. Tahun 2013, Simon melatih Pelita Bandung Raya (sekarang Madura United) sebelum akhirnya diberhentikan. Tahun 2014 Simon sempat melatih klub Maladewa, New Radiant, yang hanya bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya, ia kembali ke Filipina dan bertugas sebagai pelatih FC Meralco Manila. Jelang kompetisi musim 2017, Simon McMenemy kembali ke Indonesia untuk menjadi pelatih Bhayangkara FC.

Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia U-22

Selain Simon McMenemy, PSSI juga meresmikan Indra Sjafri sebagai pelatih U-22. Jabatan sebagai pelatih Timnas Indonesia pertamanya adalah saat menangani timnas U-16 tahun 2011. Tahun 2012, ia membawa Indonesia juara turnamen HKFA U-17 dan U-18 di Hong Kong. Namun kualitasnya sempat dipertanyakan saat tak mampu membawa timnas U-19 meraih kemenangan di Piala AFC U-19 2014. Pada akhir 2014 ia resmi melatih Bali United. Namun, ia dianggap kurang maksimal dalam memimpin Serdadu Tridatu. Akhirnya pada 2017, ia meninggalkan Bali dan resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19. Kesuksesan terbaru Indra adalah membawa Timnas Indonesia U-22 menjuarai Piala AFF U-22 2019 pada Februari lalu. Saat ini, ia membina Timnas Indonesia U-23 dan mematok target medali emas di SEA Games yang akan diadakan mulai 30 November hingga 11 Desember 2019 di Filipina.

Fakhri Husaini, Pelatih Timnas Indonesia U-18

Pelatih kelahiran Aceh 54 tahun yang lalu ini baru saja membawa Timnas Indonesia U-18 meraih peringkat ketiga dalam ajang Piala AFF U-18 2019 yang diadakan di Vietnam. Di era 1990-an, ia merupakan pemain sepak bola yang mahir bermain sebagai pemain tengah, dan seringkali diberi tanggung jawab sebagai kapten. Sebagian besar karirnya sebagai pemain sepak bola dihabiskan di klub Pupuk Kaltim. Saat bermain di sana, ia langganan masuk dalam Timnas Indonesia. Setelah pensiun, Fakhri mengikuti kursus kepelatihan sepak bola dan berhasil mengantongi sertifikat C-1. 

Sempat menjadi pelatih Diklat Manado dan asisten pelatih Bontang, akhirnya ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas U-23 dan Timnas senior tahun 2004. Ia sempat ditunjuk menjadi pelatih Tim PON XVII oleh tuan rumah Kaltim tahun 2008. Setelah itu, pihak Bontang FC tertarik dan langsung merekrutnya sebagai pelatih kepala tahun 2008. Pada tahun 2014, Fakhri ditunjuk oleh PSSI untuk membina Timnas U-17 dan tahun berikutnya ia menjabat sebagai pelatih Timnas U-19. Fakhri berhasil mengantarkan Timnas Indonesia juara pada turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 yang digelar di Vietnam.

Untuk melihat berita Timnas Indonesia terbaru lainnya, kunjungi situs Bola Nusantara.